Opini Publik

Biarkan Aku Pergi untuk Pulang

Penulis : Nur Wahyuni Bahri

Rumah adalah ruang semua rindu buat ayah,ibu,dan saudara-saudara. Tempat  melepas lelah sejenak setelah mengejar mimpi seharian penuh. Rumah adalah satu-satunya tempat kita bisa melihat lebih dekat rupa cinta itu. Rumah adalah tempat kita tak perlu berdusta dan khawatir diolok-olok karena menangis terlalu keras.

Saat kita pergi meninggalkan rumah ada saja rasa berat, Bukan? dan orang kadang berpikir dan berandai tak ada kehidupan lain selain berada dirumah, maka ia tak akan beranjak dari rumah. Namun, kita harus berani untuk keluar, melihat banyak kebahagiaan diluar sana,  merasakan kehidupan yang lebih nyata, berani menghadapi penderitaan untuk mendapatkan hal yang lebih baik, Sebab bila kita menyerah pada penderitaan pertama maka kita tidak akan mampu menghadapi penderitaan berikutnya.

Generasi saat ini masih banyak yang takut untuk keluar dari zona nyamannya, benar bukan? takut dengan penderitaan? takut hidup jauh dari keluarga? mungkin.

Jika begitu adanya kapan berkembangnya, padahal zaman sekarang sudah canggih, banyak ilmu diluar sana, jangan mudah lelah mencari ilmu sebab ilmu ada dimana-mana, tinggal orangnya mau atau tidak.

Yah, berada diperantauan akan jauh dari keluarga adalah hal yang berat, tak sedikit dari kita ketika hendak beranjak dari kampung tercinta, rumah tempat ternyaman untuk kita, rasanya berat. Tapi kau tau bukan? tempat ternyaman itu adalah jebakan.

Bila tak berani keluar dari kenyamanan maka kita tak bisa melihat keadaan diluar sana. Memaksamu untuk berubah, berubah dan berubah. Jika  masih bertahan pada kenyamanan rumah yang memanjakan kita maka inilah jebakan.  Seorang terjebak didalamnya, sehingga  tak ingin menghadapi derita dan masalah dunia. Di tanah perantauan kita akan belajar banyak hal, berbagi dengan kawan, suka dukanya jadi mahasiswa rantauan, mengatur waktu dengan baik dan menemukan banyak pengalaman baik.

Berada jauh dari keluarga, kita belajar banyak hal  dan perubahan. Tapi, jangan pernah  lupa pesan dari orang tua, mereka menitipkan pesan yang harus  dijaga, bahwa ketika kita menemui kawan-kawan  di luar sana, anggaplah mereka keluarga sendiri, jadikanlah mereka saudara-saudaramu, cintailah mereka, agar kau merasa selalu dekat dengan keluargamu .

Hingga saatnya tiba, kita akan merasakan betapa bahagianya kita saat waktu tiba untuk pulang kerumah, menceritakan apa yang terjadi luar sana. Menciptakan kebahagiaan di antara orang-orang  tercinta, melukis senyum diwajah orang yang selalu mendoakan  dengan penuh harapan.

Esok adalah apa yang kita lakukan saat ini. Setelah proses yang dilakukan akan ada hasil, jika tetap berusaha, sabar dan kuat menjalani kehidupan yang ada.

*)Penulis adalah Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan.

Comment here